Dana Pihak Ketiga BSM Rp59,75 Triliun
Oleh Administrator

Dana Pihak Ketiga BSM Rp59,75 Triliun

03 April 2016  |  Finance

Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp59,75 triliun per Maret 2015. Capaian tersebut naik 8,35% (year on year/yoy) bila dibandingkan posisi Maret 2014 dari Rp55,15 triliun. Komposisi dana murah (Giro dan Tabungan) merupakan kontribusi terbesar yakni sekitar 47,59% atau mencapai Rp28,43 triliun.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan, perseroan akan gencar dalam meningkatkan Giro dan Tabungan. Oleh karena itu, pihaknya membidik potensi low cost fund dari pembayaran gaji karyawan kementerian Agama RI. "Potensi tersebut dimungkinkan, menyusul penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Penyaluran Belanja Pegawai, Dana Bantuan dan Pemanfaatkan Layanan Jasa/Produk Perbankan lainnya antara BSM dan Depag," ujar Agus dalam keterangan tertulis.

Melalui kerja sama tersebut, BSM dapat menjadi bank pembayar gaji dan tunjangan pegawai Kemenag, penyaluran dana-dana bantuan dari pemerintah pusat kepada sekolah, siswa, dosen, dan lainnya. Di samping itu BSM juga bisa menyalurkan pembiayaan kepada pegawai yang pembayaran gajinya melalui rekening di BSM. ‘’Kerja sama kami dengan Kemenag selama ini sudah cukup baik terutama melalui pengelolaan dana haji. Apa yang kami tandatangani dapat memperkuat kerja sama yang sudah ada dan sekaligus membuka potensi yang lebih luas lagi,’’ kata Agus.

Pada beberapa waktu lalu, BSM bersama bank-bank lain menandatangani PKS dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai Bank Operasional Dua (BO 2) untuk menyalurkan dana surat perintah pencairan dana gaji bulanan untuk Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja. Saat ini BO2 yang eksisting adalah adalah bank-bank milik Negara (Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN) dan beberapa BPD. Kementerian Agama memiliki sekitar 4.482 satuan kerja (Satker) dengan jumlah pegawai mencapai sekitar 235 ribu orang.

Kerja sama dengan Kemenag memungkinkan BSM memasarkan pembiayaan konsumer berupa pembelian barang dan penggunaan jasa (BSM Implan), Pembiayaan Pemilikan Rumah (BSM Griya), Pembiayaan Pemilikan Kendaraan Bermotor (BSM Oto), Gadai dan pembiayaan cicil emas, serta Produk atau jasa perbankan Lainnya. Optimisme ini didukung oleh jaringan cabang BSM yang memiliki 865 outlet di seluruh Indonesia telah siap melayani pembayaran gaji PNS setiap bulannya. "Kami juga telah memiliki system e-payroll yang selama ini digunakan dalam pembayaran payroll perusahaan perusahaan swasta yang bekerjasama dengan BSM," tutupnya.(her)

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi